Lima ribu buat jajan :)

CURUP YANG INDAH

Gue besar dan tumbuh di desa yang jauh terpencil disana. gue dididik dengan keras oleh kedua orang tua, mereka mengajarkan mandiri dan mendidik anaknya untuk bisa menghasilkan uang sejak dini walaupun keluarga gua sedikit berada. Gua ga tau kenapa gua dulu suka berdagang, entah karena orang tua gua yang berasal dari suku yang suka berdagang atau memang gua punya bakat berdagang.

PETASAN

Gua masih inget ketika setiap menjelang ramadhan gua selalu minta modal buat berdagang ke orang tua entah itu berdagang petasan, kembang api atau berdagang lotre. Gua cukup menikmati hal itu.

Di masa masa SMA,gue  merasakan bagaimana susahnya hidup. bisnis keluarga akhirnya hancur dan gua harus merasakan hidup susah, dan membantu keluarga untuk menambah pundi pundi uang. Setiap pagi gua harus mengantarkan kue ke warung warung dengan sepeda. Mendaur ulang tas yang tak terpakai menjadi sebuah tas yang “Kerren”. Hahaha ternyata banyak yang antusias dengan tas yang gua buat, sampai ada beberapa teman order untuk di buatkan tas yang sama.

SEPATU WARIOR

sepatu warrior

hahahaha masih ingatkan dengan sepatu ini ?

Sepatu ini adalah sepatu gue waktu sekolah. Bagaimana gua harus merasakan susahnya beli sepatu sekolah dengan harga 15.000 ribu Sepatu yang setiap hari gue pake baik untuk main basket ataupun sekolah. terkadang sepatunya bolong di bagian bawah. agar kaos kaki ga basah, bisanya gue pake kantong plastik untuk membungkus kaos kakinya.  Terdengar lucu sekarang kalo inget waktu itu. 

DI USIR KETIKA BERDAGANG

Membuat sh esuatu yang kreatif dan murah adalah kesukaan gue. gue masih inget ketika memberikan hadiah ulang tahun ke cewek pertama gue. biingkai foto yang gua hias dengan rempah rempah yang ada di dapur. karena ga cukup uang membeli hadiah yang mahal. Akhirnya gue perpikir kenapa ide ini ga dijadikan bisnis yang menghasilkan uang :) …..” gambar bohlam”.

Ide pun di eksekusi, gua coba membuat kartu ucapan lebaran dan ucapan ulang tahun dari kreasi yang gua punya, ada beberapa orang yang mesen sih , dan gua coba memutuskan untuk mencoba menjualnya di luar sekolah. Target pertama gua adalah KANTOR POS . Dengan semangat 45 gua coba buat sekreatif mungkin. dan aakhirnya gua coba buka lapak gua di depan kantor pos. ternyata gua di usir oleh satpam yang bertugas saat itu. :(

MERANTAU

Sampai saatnya gua pindah ke jakarta dan mengadu nasib di jakarta. Hal yang pertama yang gua lakukan untuk bertahan dijakarta adalah berdagang, YA ! akhirnya gua berdagang VCD bajakan, ya lumayan penghasilannya seminggu bisa 500ribu. karena pedagag VCD belum marak seperti sekarang. Setelah pedanggang VCD marak, dagangan gua mulai lesu akhrinya gua memutuskan untuk menjadi sales ROTI, masuk ke pasar dan keluar pasar dan ke perkampungan di daerah JABODETABEK dengan vespa butut pinjaman dari saudara.

KULIAH DI BSI AJA

Dan akhirnya gua mulai jenuh dengan apa yang gua lakukan, karena menurut gua satu satunya jalan untuk bisa sukses adalah kuliah. mungkin dengan kuliah gua bisa mendapatkan teman yang bisa membawa gua ke arah yang lebih baik .

Gua memutuskan untuk kuliah, setelah rembuk dengan kakak akhirnya gua ngerasakan duduk di bangku kuliah. dengan catatan “UANG JAJAN LU CARI SENDIRI YA “ masih ingat di kepala sehari gua cuman pegang uang “Lima ribu untuk jajan dan ongkos” . <—– enjoy aja

Disini gua berkenalan dengan komputer, gua harus menyisipkan uang jajan dan gaji sebagai penjaga rental komputer untuk membeli buku dan majalah komputer :) hihihihihi . antusias dengan dunia komputer dan dunia desain digital. Bagi gua mata kuliah di kampus tidak cukup, sharing dan membaca membuat gua ilmu lebih dengan mahasiswa lainnya. karena kebiasannya yang ada di kampus BSI sangat sangat primitif <– sorry teman- teman :). Kebanyakan teman teman seangkatan hanya mengadalkan ilmu yang ada di kampus. Ya tapi ada beberapa teman – teman yang visi dan misi yang sama dengan gue.  —- bersambung